By sbpolymer.jbg@gmail.com

NEGARA-NEGARA YANG BERHASIL MENGELOLA SAMPAH

NEGARA-NEGARA YANG BERHASIL MENGELOLA SAMPAH

Kegiatan manusia setiap harinya menghasilkan sampah mulai dari rumah hingga kagiatan bisnis dan industri. Oleh karena itu, perlu adanya regulasi dan pengelolaan sampah yang baik agar sampah tidak menjadi pencemar di lingkungan. Berikut adalah beberapa prinsip dan pendekatan umum yang dapat dilakukan dalam pengelolaan sampah di suatu negara:

  1. Menerapkan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) untuk mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan serta dilakukannya didaur ulang.
  2.  Waste-to-Energy (WTE), yakni pemanfaatan sampah sebagai sumber energi melalui insenerasi atau teknologi lainnya. Ini adalah solusi umum di negara dengan lahan terbatas.
  3. Circular Economy Yang merupakan konsep ekonomi melingkar yang bertujuan untuk menghilangkan sampah dan polusi, sering dikombinasikan dengan pengelolaan sampah yang terintegrasi.
  4. Zero Waste/Zero Landfillin merupakan target untuk meminimalkan atau bahkan menghilangkan sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, hal ini sering kali dicapai dengan teknologi tinggi yang mahal.

Pengelolaan sampah yang baik umumnya berfokus pada pemilahan, daur ulang, dan pemanfaatan kembali sampah melalui teknologi dan kebijakan yang efektif. Skema yang diberlakukan pun bukan hanya keterlibatan masyarakat akan tetapi juga terintegrasinya seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah guna menciptakan pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan pastinya ramah lingkungan. Peran pemerintah sebagai pembuat kebijakan sedangkan masyarakat sebagai pelaksana skema. Semuanya harus berjalan bersama-sama dan beriringan. Berikut adalah beberapa negara yang telah berhasil melakukan pengelolaan sampah di negaranya:

  • Jerman: Menerapkan kebijakan wajib pemilahan sampah dan skema deposit (pant system) untuk meningkatkan tingkat daur ulang yang tinggi. Mayoritas sampah didaur ulang atau dikonversi menjadi energi.
  • Swedia: Mengelola sampah menjadi energi (waste-to-energy) menggunakan insinerator modern, sehingga kekurangan sampah dan bahkan mengimpornya dari negara lain.
  • Jepang: Menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dengan sistem daur ulang yang sangat terstruktur, di mana sampah dipilah menjadi berbagai kategori untuk didaur ulang. Jepang juga dikenal dalam pemilahan sampah yang rumit dengan teknologi yang canggih serta merupakan ahli dalam insenerasi modern dalam mengubah sampah menjadi energi.
  • Singapura: Menggunakan teknologi insinerasi untuk menghasilkan energi, sangat efisien karena lahan yang terbatas. Abu hasil insinerasi juga digunakan kembali untuk pembangunan.
  • Belanda: Mengombinasikan pengolahan limbah organik menjadi biogas dengan insinerasi limbah non-daur ulang.
  • Swiss: Melakukan daur ulang sampah yang tinggi baik sampah organik maupun anorganik. Sisa dari pengelolaan sampah diubah menjadi energi.
  • Taiwan: Menerapkan program daur ulang4 in1 yang merupakan pengelolaan sampah yang ada melibatkan, masyarakat, pemerintah, industri untuk membentuk jejaring daur ulang yang efektif.

Dari beberapa negara yang telah disebutkan di atas, harapannya dalam waktu dekat Indonesia juga memiliki inovasi dalam pengelolaan sampah, mengingat saat ini sudah banyak TPA yang penuh serta kesadaran memilah sampah bagi masyarakat masih minim. Olah karena itu, SBP salah satu yang berupaya terlibat dalam pengelolaan sampah yang baik melalui BERsama Kelola sampAH#Berkah #KelolaPLastik agar lingkungan terjaga dan ekonomi sirkular terwujud.

  • No Comments
  • November 28, 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *