By sbpolymer.jbg@gmail.com

PAVING BLOCK PLASTIK SOLUSI ATAU MASALAH?

PAVING BLOCK PLASTIC SOLUSI ATAU MASALAH?

Beberapa waktu lalu, viral video anggota salah satu bank sampah di Jawa Barat yang mengeluhkan bahwa bank sampahnya merupakan salah satu bank sampah terbaik di Indonesia dan memiliki produk pengelolaan sampah plastik berupa paving block. Pihaknya menyebutkan bahwa paving block yang dihasilkan telah lulus berbagai uji kelayakan dan dianggap berkualitas bagus, akan tetapi productnya tidak memiliki pasar yang baik. Selain itu, pihaknya juga mengeluhkan bahwa pemerintah juga tidak mengambil peran dalam masalah yang dihadapinya.
Mengetahui viralnya video yang telah diupload di sosial media tentang apa yang dikeluhkan pihak bank sampah, hal ini kemudian mengundang respons pemerintah salah satunya Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Gubernur menyampaikan pihaknya bersedia untuk membeli paving block yang dihasilkan bank sampah untuk kemudian dijadikan material perbaikan infrastruktur. Sayangnya, masalah tidak berhenti demikian setelah bank sampahmendapatkan pasar. Hal ini disebabkan banyak faktor yang mempengaruhi pembuatan paving block, salah satunya adalah skala bisnis yang masih skala UMKM. Sehingga, belum menyanggupi untuk permintaan dalam jumlah besar karena mesin yang terbatas.
Sekarang coba kita telisik apa sebenarnya yang menjadi keunggualan dari paving block sampah plastik ini dan begitupun dengan kelemahannya. Keunggulannya sudah jelas dapat menjadi salah satu solusi penanganan sampah plastik yang belum bisa terkelola optimal, yakni low value plastic seperti kantong kresek sekali pakai. Dengan terciptanya produk baru dari sampah maka tentu saja ada ekonomi sirkular di dalamnya, di mana sampah yang sebelumnya menjadi limbah diolah menjadi produk baru dan menghasilkan keuntungan ekonomi bagi pelaku di dalamnya. Selain itu, bahan baku dari plastik menjadikan paving block bisa memiliki umur ekonomis yang panjang mengingat plastik bersifat kuat dan sulit terurai di tanah.
Di sisi lain paving block dari sampah plastik juga memiliki kelemahan, yakni masih perlunya kajian tentang potensi pencemaran mengingat bahan bakunya yang dari plastik serta ditempatkan sebagai material bangunan di tanah atau tembok. Kedua, skala pembuatan paving block plastik rata-rata masih dalam skala UMKM mengingat terbatasnya mesin dan modal pelaku usahanya. Sehingga apabila terdapat permintaan dalam jumlah besar, dapat menjadi kendala di kemudian hari. Ketiga, paving block plastik juga memerlukan teknologi yang tinggi mengingat bahan bakunya dari sampah, yang menyebabkan tingginya biaya produksi. Oleh karena itu, perlu kajian lebih mendalam mengenai paving block plastik ini. Apakah merupakan solusi penanganan sampah atau bahkan menjadi masalah baru?
Masyarakat sebagai target pasar akan melihat potensi ini apabila didukung juga dengan kajian mendalam tentang paving block plastik, serta pemerintah sebagai pemangku kebijakan. Sudah saatnya teknologi pemanfaatan sampah atau limbah dioptimalkan mengingat volume sampah yang ada semakin bertambah. Pemerintah dapat membantu dalam menjejaringkan akademisi dan pelaku pengolahan sampah yang kemudian menjadi sebuah skema pengelolaan sampah dengan melibatkan berbagai lapisan masyarakat?

  • No Comments
  • Desember 2, 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *