AYO KURANGI SAMPAH KE TPA
Kondisi Tempat Pemrosesan Akhir atau TPA di Indonesia mayoritas sudah dalam kondisi overload dan hampir penuh. Tentunya ini akan menjadi masalah besar, mengingat kita sebagai manusia tidak pernah berhenti menghasilkan sampah setiap harinya, mulai dari sektor industri, UMKM bahkan rumah tangga. Oleh karena itu perlu adanya upaya untuk menangulangi hal tersebut agar lingkungan dan bumi tetap terjaga.
Kita tahu bahwa pembuangan di TPA bukan merupakan solusi permasalahan sampah, melainkan hanya memindahkannya ke tempat lain yang mana lama-kelamaan akan penuh. Istilahnya ini hanya sebuah paradoks yang penting sampah tidak terlihat atau istilahnya not in my backyard (bukan di halaman rumah saya). Pola pikir ini memberikan arti seakan-akan masalah sampah sudah selesai karena sudah tidak terlihat di rumah saya. Padahal kita tahu bahwa permasalahan sampah tidak sesederhana itu.
Sampah yang menumpuk di TPA selalu tercampur dan tidak terpilah sehingga menyebabkan munculnya gas methana (CH4) yang lebih berbahaya daripana karbondioksida atau gas (CO2). Hal tersebut dikarenakan gas ini dapat memperparah adanya efek rumah kaca yang tentunya akan mempengaruhi pemanasan global hingga perubahan iklim. Dari sini kita tau bahwa dari kebiasaan membuang sampah yang belum tepat serta pengelolaan yang tidak optimal dapat berdampak sangat besar bagi bumi.
Oleh karena itu, masyarakat harus sadar melakukan pemilahan sampah, mengumpulkan sampah yang dapat direcyle ke unit pengelolaan sampah dan paling penting adalah menggurangi penggunaan sampah sekali guna baik plastik ataupun kertas. Sampah organik juga perlu dikelola dengan baik, dibuang terpisah agar dapat dikelola di TPS3R atau dilakukan pengomposan secara mandiri. Maka bersama Sumber Barokah Polymer mari kita sama-sama mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan membangun kesadaran bersama. Mari BERsama Kelola sampAH #Berkah #Kelolaplastik
- No Comments
- September 17, 2025
